55 PERSEN SD DI INDONESIA BELUM MEMILIKI PERPUSTAKAAN

Untuk tingkat pendidikan SD di Indonesia ternyata masih memprihatinkan.


Ilustrasi: Hingga 2011, Kementerian Pendidikan Nasional mencatat 55,39 persen SD belum memiliki perpustakaan sekolah.

JAKARTA, KOMPAS.com — Tidak hanya masalah ratusan ribu ruang kelas rusak di sekolah dasar dan tingkat menengah yang belum tuntas, puluhan ribu SD dan SMP di seluruh Indonesia juga belum memiliki perpustakaan yang penting sebagai pusat belajar dan mengembangkan minat baca siswa sejak dini.
Kalau tidak ada bantuan dari luar, kami belum punya perpustakaan. Koleksi buku pun disumbang.
— Sutisna

Hingga 2011, Kementerian Pendidikan Nasional mencatat 55,39 persen SD belum memiliki perpustakaan sekolah. Dari 143.437 SD, ada 79.445 sekolah belum punya perpustakaan. Adapun di SMP, 39,37 persen sekolah (34.511 dari 13.588 sekolah) tidak mempunyai perpustakaan.

Perpustakaan sekolah yang ada pun belum memadai, baik dari segi ruangan, koleksi, maupun kegiatan. Hal itu tampak dari pantauan Kompas ke sejumlah sekolah di Jakarta, Kamis (31/3/2011).

Di SDN Duri Pulo 06 Petang, Jakarta, ruang perpustakaan digabung dengan ruang guru dan ruang penyimpanan barang sekolah. Perpustakaan hasil bantuan bank pemerintah itui juga dipakai siswa SDN Duri Pulo 10.

“Kalau tidak ada bantuan dari luar, kami belum punya perpustakaan. Koleksi buku pun disumbang,” kata Sutisna, penanggung jawab perpustakaan itu.

Kondisi yang sama terlihat di perpustakaan di SDN Duri Pulo 04, Jakarta. Kondisinya lebih baik karena siswa dapat duduk di karpet. Kesulitan sekolah menyediakan ruang perpustakaan adalah karena tidak ada ruangan. Ruang perpustakaan disediakan dengan mengorbankan satu ruang kelas. Akibatnya, sekolah itu hanya menggunakan lima ruang kelas. Siswa kelas I dan II SD memakai ruang kelas secara bergantian.

Di SD Inpres Maccini Baru, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sudah ada ruang perpustakaan khusus. Namun, koleksi bukunya hanyalah buku-buku pelajaran.

Kondisi serupa banyak dijumpai di perpustakaan sekolah lain. Mereka minim bacaan yang merangsang minat baca anak. (ELN)

sumber: http://www.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s