Dampak kenaikan Harga BBM

Benarkah?
Sebenarnya, naik atau tidak itu bukan hak saya untuk memutuskan. Siapa saya? Saya kan bukan siapa-siapa. Bukan presiden ataupun anggota DPR !
Disini BBM berarti “Bahan Bakar Minyak” lho.. Bukan BBM yang lain..

Yang penting..
Saya jadi heran, bukankah BBM naiknya nanti dan bukan sekarang?

Tetapi..
Kenapa harga-harga sudah beranjak naik sejak beberapa hari yang lalu?

Bukan apa-apa, tapi saya kaget juga. Anak-anak bilang bahwa harga gula telah naik. Kini menjadi Rp. 11.000 yang semula biasanya hanya Rp. 9.500 per kilo gram. Wah, repot juga kalau seperti ini. Mau menaikkan harga seperti penguaha-pengusaha yang lain, kok ya sepertinya gak pantes. Tapi kalau gak di naikkan itu lho, kok ya lumayan kerasa. Tapi, jika saya memanfaatkan moment ini untuk menaikkan harga, apa konsumen coffee shop saya bisa menerima..? Sedang mereka kan hanya pelajar. Mereka ngopi juga pasti gak bawa uang banyak-banyak. Paling juga berapa yang di berikan orang tua mereka.

Kenaikan Rp 500 rupiah aja mungkin sudah kerasa. Akan pasti di pertimbangkan buat mereka. Kalau jatah mereka gak naik karena gaji orang tua mereka gak ikut naik kan ya susah. Nah, kalau sudah seperti ini, bagaimana saya harus bersikap? Tapi, kalau semua minta jatah kenaikan gaji karena moment kenaikan harga yang di akibatkan oleh kenaikan harga BBM ini?? Wah, bisa tambah repot juga. Bisa-bisa karyawan saya juga minta naik gajinya.. Haaa…..😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s